Selasa, 08 September 2026

Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya

 A. Pengertian Perubahan Sosial Budaya

1. Selo Soemardjan

Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.


2. Kingsley Davis
Perubahan sosial merupakan perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Hal ini menyangkut perubahan pola hubungan (norma, ikatan kelompok) serta peran yang dijalani oleh anggota masyarakat.


3. Mac Iver
Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial (social relations) atau perubahan terhadap keseimbangan (ekuilibrium) hubungan sosial tersebut.

Pada dasarnya, perubahan sosial adalah setiap perubahan atau transformasi yang ada di dalam masyarakat baik lembaga sosialnya, budayanya, struktur sosialnya dan lain-lain.


Setiap masyarakat, pasti mengalami perubahan. Ada msyarakat yang perubahannya terlihat sangat cepat tapi ada juga yang lambat. Ada masyarakat yang mengalami perubahan secara drastis dalam waktu tertentu tetapi ada juga masyarakat yang berubah tetapi kecil sekali perubahanya.


Kenapa bisa begitu? Kenapa ada masyarakat yang sangat lambat mengalami perubahan?
ada beberapa faktor yang menyebabkan perubahan sosial menjadi terhambat, yaitu :

B. Faktor Penghambat Perubahan Sosial 
1). Kehidupan Masyarakat Terasing
Keadaan masyarakat yang terasing  adalah kondisi masyarakat yang berada di daerah yang terisolasi dari jalur komunikasi dan transportasi sehingga menyebabkan mereka menjadi terisolasi dari masyarakat lain. 
Kehidupan masyarakat terasing atau terisolasi menyebabkan masyarakatnya tidak mengetahui perkembangan yang terjadi pada masyarakat lain, sehingga mereka sulit untuk berkembang dan memperkaya budayanya. Akibatnya perubahan sosial budaya dalam masyarakat tersebut menjadi sulit terjadi.
Karena jarang atau tidak pernah bertemu dengan masyarakat lain, mereka tidak mengetahui perkembangan yang terjadi.


Contoh Masyarakat Terasing di Indonesia

  • Suku Polahi (Gorontalo): Kelompok masyarakat yang hidup di pedalaman hutan Gorontalo dan mengandalkan bahan alam untuk bertahan hidup. 
  • Suku Korowai dan Kombai (Papua): Suku yang terkenal dengan rumah tinggi di atas pohon (rumah pohon) dan tinggal di pedalaman hutan Papua.
  • Suku Togutil (Maluku Utara): Masyarakat yang tinggal di kawasan hutan Halmahera dan masih sangat bergantung pada alam sekitar.
  • Suku Baduy Dalam (Banten): Komunitas adat yang dengan tegas menolak pengaruh modernisasi dan teknologi luar demi menjaga tradisi leluhur.

  • 2). Perkembangan Ilmu Pengetahuan yang Terlambat
    Ilmu pengetahuan adalah jendela dari perubahan sosial budaya. Ketika ilmu pengetahuan berkembang dengan baik sudah pasti masyarakat yang bersangkutan akan mengalami perubahan sosial budaya dengan cepat. Tapi jika ilmu pengetahuan masyarakat tidak berkembang, maka perubahan sosial di masyarakat juga akan menjadi lambat.
    Ilmu pengetahuan dapat berkembang jika terjadi kontak dengan budaya lain yang menyebabkan terjadinya transfer teknologi atau pertukaran teknologi. Selain itu, ilmpu pengetahuan juga dapat berkembang lebih maju jika pendidikan di daerah tersebut juga maju.
    Artinya, semakin baik pendidikan maka ilmu pengetahuan semakin berkembang, nah, semakin berkembang ilmu pengatahuan maka perubahan sosial akan terjadi lebih cepat.
    Bagaimanakah dengan masyarakat di pedalaman? apakah pendidikan mereka berkembang? bagaimanakah perubahan sosialnya?


    3). Sikap Masyarakat yang Tradisional

    Pernahkah kamu mendengar atau membaca tentang kisah masyarakat Suku Baduy Dalam atau “Urang Kanekes”? Mereka salah satu suku bangsa di daerah Banten yang masih sangat mengagungkan sikap tradisional warisan dari nenek moyang. 

    Mereka memilih mengisolasi diri dari dunia modern. Anak-anak tidak mereka sekolahkan secara formal. Mereka hanya boleh belajar dari lingkungan alam. Pelajaran yang mereka dapatkan adalah secara turun-temurun terutama adat istiadat warisan nenek moyang. 

    Di masyarakat Baduy Dalam tidak ada teknologi, kendaraan, dan alat elektronik yang mereka pergunakan. Listrik, alat-alat elektronik, bahan-bahan kimia, sampo, sabun, televisi, handphone, dan sebagainya tidak diperkenankan untuk digunakan. Ketika ada yang berkunjung ke wilayah mereka, maka semua hal yang dilarang untuk dipergunakan juga tidak boleh dibawa. 

    Bagi mereka amanah leluhur adalah segalanya. Suku Baduy tidak mau menerima perubahan dari luar karena dianggap hanya akan merusak alam. Rumah tempat tinggal mereka direkatkan tanpa paku dan semen. Bangunan rumah menggunakan kayu, bambu, ijuk, dan daun pohon aren. Suku Baduy mempunyai sikap yang sudah ditanamkan sejak nenek moyang. 

    Sikap masyarakat yang tradisional artinya mereka memang menolak perubahan sosial, maka jika mereka berinteraksi dengan orang luar, mereka tetap akan mempertahankan pola kehidupannya dan tidak mau terpengaruh oleh orang luar.

    Masyarakat tradisional adalah suatu masyarakat yang memelihara, menjaga, dan mempertahankan tradisi, adat istiadat, sistem nilai, sistem norma dan bahkan sistem kebudayaan yang diwariskan oleh generasi pendahulunya.

    4). Adat Istiadat atau Kebiasaan
    Tahukah kamu yang dimaksud dengan adat istiadat atau kebiasaan? Adat merupakan pola perilaku bagi anggota masyarakat yang dilakukan berulang-ulang untuk memenuhi kebutuhan pokok. Adat biasanya bersumber dari nilai tradisional yang telah mengakar pada kehidupan suatu masyarakat. Adat istiadat telah mereka nikmati sebagai bagian dari kehidupan mereka. 

    Adat dan kebiasaan yang sulit untuk tergantikan misalnya mengenai bidang kepercayaan, sistem mata pencaharian, cara berpakaian, pembuatan rumah, upacara adat, dan sebagainya.

    Meski dalam masyarakat modern, upacara adat dalam pernikahan misalnya, tetap dipertahankan meski menggunakan alat-alat yang lebih modern, tapi tata cara urutan upacara tetap ada. Misalnya, jika seserahan pernikahan zaman dulu berupa makanan dan pakaian, maka sekarang bisa berupa uang, alat doa, bahkan kendaraan.

    Masyarakat yang mempertahankan adat akan sulit mengalami perubahan sosial apalagi jika perubahan tersebut dianggap dapat menghilangkan adat istiadat yang dimiliki sehingga perubahan mungkin sangat kecil atau bahkan ditolak.

    5). Adanya Prasangka terhadap Hal-hal Baru atau Asing
    Merasakan hidup di bawah penjajah selama beratus-ratus tahun membuat bangsa Indonesia banyak yang mengalami trauma, terutama untuk golongan tua. Mereka terkadang mudah merasa curiga dan berprasangka buruk terhadap budaya asing atau hal baru yang berasal dari Barat. 

    Perasaan dan prasangka menimbulkan sikap yang acuh, tidak peduli, bahkan antipati terhadap sesuatu yang baru dari luar masyarakat. Padahal sesuatu yang berasal dari luar tersebut bisa jadi sebenarnya bermanfaat dan dapat membawa perubahan bagi kehidupan mereka. 

    Namun ada masyarakat yang memang menanamkan sikap kepada warganya bahwa sesuatu yang berasal dari luar masyarakat hanya akan merusak alam dan kehidupan mereka. Hal inilah yang kemudian membuat suatu masyarakat tidak mengalami perubahan sosial budaya.












    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar